Empat Puluh

Ketika Muhammad berusia 40 tahun, beliau merasakan kegelisahan yang sangat. Beliau menyaksikan sikap jahiliyah kaum Quraisy. Tidak ada yang lebih beliau sukai selain menyepi seorang diri. Beliau meninggalkan rumah, menaiki bukit, dan bersembunyi di Gua Hira. Di gua tersebut, beliau beribadah, tidak pulang ke rumah istrinya. Untuk itu, beliau membawa perbekalan secukupnya. Setelah perbekalan habis,…

Sebaik-baik Manusia

Setelah pemimpin suku-suku Quraisy menyepakati siapa yang memutuskan perselisihan diantara mereka tentang hajar aswad, maka Muhammad meminta sehelai kain. Ia mengambil hajar aswad dan meletakannya di atas kain, kemudian berkata, “Setiap (pemimpin) suku hendaknya memegang sudut kain ini, kemudian angkatlah bersama-sama.” Mereka melakukan apa yang diminta Muhammad. Ketika sampai pada tempatnya, beliau mengambil hajar aswad…

Berinteraksilah dengan jujur

Ketika Muhammad berusia 35 tahun, kaum Quraiys mengadakan pertemuan dalam rangka perbaikan Ka’bah. Bangunan Ka’bah saat itu terdiri atas batu-batua yang disusun, tanpa dicampur dengan tanah. Muhammad ikut bekerja dan membawa batu bersama mereka. Setelah pekerjaan selesai, mereka berselisih mengenai hajar aswad. Setiap suku ingin meletakkan hajar aswad ke tempatnya semula. Perselisihan ini nyaris menimbulkan…

Jangan Lupakan Kebaikan Orang Lain!

Muhammad sangat memperhatikan orang yang telah berbuat baik kepadanya. Ketika Muhammad menikah dengan Khadijah, beliau mengundang ibu susuannya, Halimah.  Bahkan pada saat daerah Halimah dilanda kekeringan, Muhammad memberinya unta bermuatan air dan empat puluh ekor kambing. Tidak hanya kepada ibu susuannya. Muhammad juga sangat perhatian terhadap orang yang pernah mengasuhnya, Abu Thalib. Untuk meringankan beban…

Pernikahan yang Agung

Ketika berusia 25 tahun, Muhammad menikah dengan Khadijah. Ia adalah seorang wanita bangsawan suku Quraisy, cerdas, berakhlak mulia, memiliki kekayaan, dan seorang janda. Ketika itu Khadijah berumur 40 tahun. Ketertarikan Khadijah kepada Muhammad berawal dari setelah mengetahui kejujuran ucapan Muhammad dan kemuliaan akhlaknya. Beliau dilamarkan oleh pamannya yang bernama Hamzah dengan mas kawin 20 ekor…

Pengalaman Masa Kecil, Antara Kesuksesan dan Kegagalan

Disebutkan bahwasanya saat Muhammad berusia 9 tahun (riwayat lain 12 tahun), ia berkeras untuk ikut pamannya berdagang ke negeri Syam. Dalam perjalanan ini, Muhammad bertemu dengan seorang rahib (pendeta) bernama Bahira atau Buhaira yang melihat tanda kenabian pada diri Muhammad. Pengalaman dalam berdagang ini semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia Muhammad. Diriwayatkan bahwa ketika Muhammad…

Rahasia Dibalik Menggembalakan Kambing

Merasa ajalnya sudah dekat, Abdul Muthalib memanggil Abu Thalib dan memintanya mengasuh Muhammad. Tak lama setelah itu, Abdul Muthalib meninggal dunia dan Muhammad saat itu berumur 8 tahun. Selama tinggal bersama Abu Thalib, Muhammad membantu meringankan beban pamannya. Dalam ash-Shihhah disebutkan bahwa Muhammad pernah bekerja menggembalakan kambing di Makkah untuk beberapa qirath yang beliau ambil…

Sayang Tanpa Syarat

Sudah diketahui dengan pasti bahwa Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim. Namun, ia beruntung memiliki keluarga yang sangat sayang dan peduli. Ketika Muhammad berusia enam tahun, ibunya membawanya ke kota Yatsrib untuk mengunjungi makan suaminya. Dalam perjalanan pulang, Aminah meninggal di Abwa. Lalu Muhammad kecil tinggal bersama kakeknya yang sangat sayang kepadanya, yang mengajaknya duduk bersama…