Ada Cinta Di Masakan

Rasulullah adalah suami yang baik bagi istri-isrinya. Beliau sangat menghormati perasaan istrinya, tidak pernah menyakiti hatinya, termasuk dalam hal masakan yang dibuat oleh istrinya. Sahabat Jabir menceritakan, “Nabi Muhammad meminta kepada istrinya lauk. Lalu istrinya menjawab, “Kami tidak mempunyai lauk kecuali cuka”. Kemudian beliau memintanya dan memakannya (bersama roti) dan bersabda, “Sebaik-baik lauk adalah cuka.…

Suami Teladan

Selain tidak pernah memukul istrinya, Nabi Muhammad memiliki sifat yang sangat santun dan penyayang. Bahkan beliau tidak segan-segan membantu istri-istrinya mengerjakan pekerjaan rumah. Aisyah berkata, Rasulullah membersihkan bajunya, memberi minum kambingnya, dan melayani dirinya sendiri”. Dalam sebuah riwayat dikatakan, ”Rasulullah menjahit sandal dan bajunya sebagaimana seseorang diantara kamu berbuat di rumahnya” (Diriwayatkan oleh Abdur Rozaq…

Suami Tanpa KDRT

Sebagai panutan, Nabi Muhammad telah memberikan banyak contoh. Tidak hanya sebatas ibadah saja, beliau juga telah memberikan contoh hubungan antar manusia. Termasuk bagaimana memberikan teladan tanpa kekerasan dalam membangun keluarga. Satu hal yang terjadi pada zaman Nabi Muhammad. Orang Arab saat itu “tidak menghargai” keberadaan wanita. Sangat lumrah terjadi pemukulan terhadap wanita (istri). Beliau tidak…

Air Mata Nabi Muhammad

Mariyah al-Qibtiyah adalah istri Nabi Muhamad yang berasal dari Mesir. Usia Nabi Muhammad saat menikahi Mariyah al-Qibtiyah  adalah kurang lebih 59 tahun, sedangkan Maria berusia 25 tahun. Allah menghendakinya melahirkan seorang putra. Beliau melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian Nabi Muhammad memberinya nama Ibrahim. Kelahiran Ibrahim membuat Nabi Muhammad bahagia, dan berharap akan menjadi anak…

Anak Pertama, Laki-laki atau Perempuan?

Dari pernikahannya dengan Khadijah, Nabi Muhammad dikaruniai dua orang anak laki-laki dan empat orang anak perempuan. Anak laki-lakinya yaitu Qasim dan Abdullah, sedangkan anak perempuanya adalah Ruqayyah, Zainab, Ummu Kutsum, dan Fatimah. Qasim meninggal dunia sebelum berusia dua tahun, sedangkan Abdullah meninggal dengan usia lebih muda lagi. Satu lagi, seorang anak laki-laki Nabi Muhammad dari…

Empat Puluh

Ketika Muhammad berusia 40 tahun, beliau merasakan kegelisahan yang sangat. Beliau menyaksikan sikap jahiliyah kaum Quraisy. Tidak ada yang lebih beliau sukai selain menyepi seorang diri. Beliau meninggalkan rumah, menaiki bukit, dan bersembunyi di Gua Hira. Di gua tersebut, beliau beribadah, tidak pulang ke rumah istrinya. Untuk itu, beliau membawa perbekalan secukupnya. Setelah perbekalan habis,…

Berinteraksilah dengan jujur

Ketika Muhammad berusia 35 tahun, kaum Quraiys mengadakan pertemuan dalam rangka perbaikan Ka’bah. Bangunan Ka’bah saat itu terdiri atas batu-batua yang disusun, tanpa dicampur dengan tanah. Muhammad ikut bekerja dan membawa batu bersama mereka. Setelah pekerjaan selesai, mereka berselisih mengenai hajar aswad. Setiap suku ingin meletakkan hajar aswad ke tempatnya semula. Perselisihan ini nyaris menimbulkan…

Jangan Lupakan Kebaikan Orang Lain!

Muhammad sangat memperhatikan orang yang telah berbuat baik kepadanya. Ketika Muhammad menikah dengan Khadijah, beliau mengundang ibu susuannya, Halimah.  Bahkan pada saat daerah Halimah dilanda kekeringan, Muhammad memberinya unta bermuatan air dan empat puluh ekor kambing. Tidak hanya kepada ibu susuannya. Muhammad juga sangat perhatian terhadap orang yang pernah mengasuhnya, Abu Thalib. Untuk meringankan beban…

Pengalaman Masa Kecil, Antara Kesuksesan dan Kegagalan

Disebutkan bahwasanya saat Muhammad berusia 9 tahun (riwayat lain 12 tahun), ia berkeras untuk ikut pamannya berdagang ke negeri Syam. Dalam perjalanan ini, Muhammad bertemu dengan seorang rahib (pendeta) bernama Bahira atau Buhaira yang melihat tanda kenabian pada diri Muhammad. Pengalaman dalam berdagang ini semakin bertambah seiring dengan bertambahnya usia Muhammad. Diriwayatkan bahwa ketika Muhammad…